BATUBARA I Peristiwa tragis terjadi setelah seorang pria lanjut usia diduga emosi usai minta tambah (Mitam) untuk kembali berhubungan intim ditolak oleh pasangannya. Insiden yang dipicu setelah mengonsumsi minuman yang dikenal sebagai “kopi jantan” itu berakhir maut.
Hal ini disampaikan Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H.H Nainggolan, SH, MH didampingi Wakapolres Kompol Supendi, Kasat Reskrim AKP Masagus, Press Rilis, Kamis (23/4/2026),
Ia mengatakan, usai seruput kopi jantan pelaku berinisial M meminta tambah (Mitam) lalu berunjuk kematian dengan cara di ceki,
Sebelumnya, Sekitar pukul 05.00 WIB, Muhammad kemudian meminta bantuan kepada dua rekannya, Rian dan Haris Hidayat Maulana, untuk mencarikan kendaraan guna membawa korban ke klinik terdekat, yakni Klinik Cinta Kasih.

Namun, sekitar pukul 05.20 WIB, saat ambulans tiba di lokasi, petugas medis menyatakan bahwa korban diduga telah meninggal dunia. Petugas kemudian meminta Muhammad, Rian, dan Haris Hidayat Maulana untuk bersama-sama memastikan kondisi korban.
Saat dilakukan pengecekan, korban sudah tidak memberikan respons meski telah dibangunkan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu bungkus jamu bermerk “Jantan” yang ditemukan di dalam kamar.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian. Sementara itu, Muhammad bersama dua rekannya dimintai keterangan sebagai saksi.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, termasuk mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian guna mengungkap secara lengkap motif dan kronologi pasti kejadian tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar mampu mengendalikan emosi serta tidak melakukan tindakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga maupun hubungan pribadi.











