Pelantikan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu

BATUBARA I Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara resmi dilantik dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat di Pantai Jono Kuala Tanjung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Kamis (04/06/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi serta pelestarian adat dan budaya Melayu di Kabupaten Batu Bara.

Acara pelantikan yang dimulai sekira pukul 11.00 WIB tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh budaya, serta perwakilan dari dalam dan luar negeri. Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H.H. Nainggolan, S.H., M.H. diwakili oleh Kabag Ops Polres Batu Bara Kompol Zulham, S.H., M.H. untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan antara lain perwakilan Ditjen Kementerian Pariwisata Sukron Edi, Tuanku Sultan Ariefanda Aziz Abdul Djalil Rahmad Shah selaku Sultan Langkat, Mohamad Ridzuan dari Konsulat Malaysia, Asisten III Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Dr. H. Muhammad Suib, S.Pd., M.M., unsur Forkopimda, tokoh adat Melayu, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara yang dilantik merupakan wadah pemersatu sembilan kedatukan Melayu yang ada di Kabupaten Batu Bara, yakni Kedatukan Lima Puluh, Pesisir, Lima Laras, Bogak, Tanjung Kasau, Sipare-pare, Pagurawan, Tanjung Limau Purut, dan Tanah Datar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, prosesi pemasyuran, tepung tawar sebagai tradisi adat Melayu, sambutan Ketua Terpilih OK Khairul Amri gelar Dato’ Setiawangsa II, sambutan para tokoh dan pejabat, makan bejambah khas Melayu, pertunjukan seni budaya Melayu, doa, hingga penutupan.

Menurut keterangan Sekretaris Panitia Raisha Ramadhan, S.E., pembentukan dan pelantikan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat keberadaan lembaga adat yang menaungi sembilan kedatukan Melayu di Kabupaten Batu Bara. Kehadiran majelis ini diharapkan menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta identitas Melayu yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain menjadi wadah pemersatu para pemangku adat, Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara juga diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga kearifan lokal serta mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai budaya Melayu.

Kegiatan berakhir sekira pukul 13.40 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan pemerintah menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas Kabupaten Batu Bara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *