Panen Sawit di Lahan Sengketa PT Socfido Dikawal Polisi, Situasi Dijaga Kondusif

BATUBARA I Aktivitas panen kelapa sawit di lahan sengketa milik PT Socfido tetap berlangsung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Pengamanan dilakukan guna mengantisipasi potensi konflik antara pihak perusahaan dan masyarakat / kelompok tani tanah perjuangan desa simpang gambus. yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut, Selasa (5/4/2026)

Sejak pagi hari, aparat kepolisian Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala bersama para kanit dan sejumlah personel telah disiagakan di lokasi untuk memastikan proses panen berjalan aman dan tertib. Kehadiran petugas juga bertujuan menjaga stabilitas serta mencegah terjadinya gesekan di lapangan.

Pihak kebun menyatakan bahwa kegiatan panen merupakan bagian dari operasional perusahaan yang tetap berjalan sembari menunggu penyelesaian sengketa secara hukum. Di sisi lain, masyarakat berharap adanya kejelasan status lahan agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Kapolsek mengatakan, sekira Pukul 06.30 tiba di Posko Posko Kelompok Tani Tanah Perjuangan Blok 9 Perkebunan PT Socpindo Simpang Gambus dan termonitor masyarakat sebanyak 2 orang yg merupakan anggota Pok Tani Tanah Perjuangan lagi duduk2./ Stand by.

“Dan personil Polsek Lima Puluh melaksanakan Patroli dan Pengamanan ke lokasi Portal – Portal pintu masuk ke lokasi sengketa, dan termonitor di Lokasi objek Sengketa tepatnya di Titi Empat Juta / Portal, termonitor dilapangan sebanyak lebih kurang 20 orang masyarakat Pok Tani Tanah Perjuangan sedang berkumpul dengan tujuan untuk mengantisipasi adanya kabar bahwa Karyawan PT Socpindo akan melaksanakan kegiatan Pemanenan di sekitar Lokasi sengketa Block 9 Perkebunan PT Socpindo.

Bahwa Termonitor dilapangan Pihak PT Socpindo Tanah Gambus belum ada melaksanakan kegiatan Pemanenan dilokasi sengketa. Telah disampaikan kepada Pihak Pok Tani Tanah Perjuangan untuk tidak membuat tindakan yg bertentangan dengan hukum yg berlaku dan sesuai dengan kesepakatan antara pihak PT Socpindo Tanah Gambus dengan Pok Tani Tanah Perjuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *