BATUBARA I Jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) yang menjalani pengobatan antiretroviral (ART) di Kabupaten Batu Bara terus menjadi perhatian. Berdasarkan data kunjungan per 27 April 2026, tercatat sebanyak 137 ODHIV sedang menjalani pengobatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Batubara.
Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batu Bara, Budi Junarman Sinaga, Selasa (28/4/2026),
Ia mengatakan. Dari data yang dihimpun, RSUD menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah kunjungan ODHIV tertinggi, yakni mencapai 57 orang. Selain itu, RSUD juga mencatat penemuan kasus baru terbanyak dengan 16 kasus dan positivity rate sebesar 8,9 persen.
Sementara itu, Puskesmas Indrapura menjadi wilayah dengan jumlah kunjungan ODHIV tertinggi di tingkat puskesmas, yakni sebanyak 17 orang. Puskesmas Sei Suka menyusul dengan 16 kunjungan, kemudian Tanjung Tiram 13 kunjungan, serta Lima Puluh dan Labuhan Ruku masing-masing 12 kunjungan.
Untuk penemuan kasus baru HIV, hingga April 2026 tercatat sebanyak 28 kasus baru ditemukan di berbagai fasilitas kesehatan dengan positivity rate keseluruhan sebesar 0,7 persen.
Beberapa puskesmas yang mencatat penemuan kasus baru di antaranya Puskesmas Sei Suka sebanyak 3 kasus, Indrapura 3 kasus, Pematang Panjang 2 kasus, Tanjung Tiram 2 kasus, Lima Puluh 1 kasus, dan Labuhan Ruku 1 kasus.
Sedangkan sejumlah puskesmas lainnya seperti Pagurawan, Lalang, Laut Tador, Simpang Dolok, Kedai Sianam, Petatal, Ujung Kubu, Sei Balai, dan Sei Bejangkar tidak mencatat adanya penemuan kasus baru selama periode tersebut.
Data ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi, deteksi dini, serta penguatan pelayanan kesehatan guna menekan penyebaran HIV di Kabupaten Batu Bara.










