BATUBARA I PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendorong peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan. Komitmen ini diwujudkan melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan teknis, hingga pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang digelar pada 21–22 April 2026 lalu di Pendopo Kantor Bupati dan Lapangan Bukit Inspirasi Doloksanggul.
Langkah ini menjadi respons atas ancaman karhutla yang hampir terjadi setiap tahun dan berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menegaskan bahwa pencegahan dini merupakan kunci utama dalam meminimalisir risiko kebakaran.
“Karhutla adalah ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama. Pencegahan adalah langkah paling efektif. Saya berharap para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pelatihan teknis, serta simulasi penanganan kebakaran secara langsung. Selain itu, INALUM bersama pemerintah daerah juga membentuk lima kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berasal dari lima desa, sebagai ujung tombak pencegahan karhutla di tingkat lokal. Sebagai bentuk dukungan konkret, INALUM turut menyerahkan bantuan peralatan pemadaman sederhana kepada masing-masing kelompok MPA, berupa jet shooter, gepyok, garu tajam, serta perlengkapan pendukung seperti sepatu boot, kaos, dan topi.
Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat Masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran. Momentum kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April, yang semakin memperkuat pesan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan secara kolektif.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan INALUM, Sunarno A. Rakino, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan risiko karhutla secara berkelanjutan.
“Peringatan Hari Bumi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kita bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk memastikan hutan dan lahan tetap terjaga serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen INALUM dalam menerapkan prinsip keberlanjutan (ESG), khususnya pada aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, INALUM akan terus mendorong kolaborasi multipihak guna menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.










