
BATUBARA I Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Elpandi menjelaskan terkait besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp74 miliar.
Kadis Kominfo Elpandi menjelaskan, Kamis (2/4/2026), bahwa angka SILPA tersebut bukan sepenuhnya menunjukkan kegagalan dalam pengelolaan anggaran, melainkan bagian dari dinamika pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah.
“Menurutnya, SILPA anggaran tersebut berasal dari sisa pagu kegiatan, di mana nilai kontrak hasil proses tender lebih rendah dibandingkan dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan. Hal ini menyebabkan adanya sisa anggaran pada setiap kegiatan. Jika diakumulasikan dari seluruh kegiatan dalam APBD, baik di tingkat OPD maupun kecamatan, maka total nilai SILPA tersebut menjadi cukup besar”
Elpandi menjelaskan, bahwa SILPA ini juga di akibatkan adanya alokasi transfer pusat yang di kirim ke daerah masuk setelah perubahan APBD di sahkan oleh DPRD, seperti tunjangan Guru untuk THR dan gaji 13 serta dana Darurat bantuan presiden pasca bencana.
Karena dana-dana tersebut masuk di akhir tahun tanggal 31 desember maka terjadi silpa yang cukup besar
Selain itu, SILPA juga berperan sebagai instrumen pengendalian defisit dan menjaga stabilitas fiskal daerah. Keberadaan SILPA dapat membantu mengendalikan defisit anggaran pada tahun berikutnya, sekaligus menjaga likuiditas keuangan daerah agar tetap stabil.











