BATUBARA I Terkiat pengancaman Kepala Desa Empat Negeri akhirnya dapat diamankan tim opsnal Polsek Lima Puluh, Pelaku yang sedang duduk dipinggir jalan simpang dolok Kecamatan Datok Lima Puluh, Rabu (14/5/2025)
Penangkapan berdasarkan laporan korban / Kepala Desa Empat Negeri Kamaluddin LP / B / 64 / IV / 2025 / SPKT / POLSEK LIMAPULUH / POLRES BATU BARA / POLDA SUMATERA UTARA.
“Berdasarkan laporan tersebut Kanit Reskrim Ipda D.P Manalu, SH dan sejumlah personil langsung menyusun strategi, tidak begitu lama pelaku berinisial NR (39) Warga Desa Empat Negeri Kec.Datuk Lima Puluh Kab.Batu Bara dapat diboyong ke Mapolsek Lima Puluh”
Sebelumnya, dalam laporan yang disampaikan ke Polsek Limapuluh, Kamaluddin menyebutkan bahwa insiden pengancaman terjadi pada Kamis, 10 April 2025. Saat itu, ia sedang meninjau pengerasan badan jalan di Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Limapuluh.
Setelah selesai meninjau, Kamaluddin pulang menggunakan sepeda motor. Namun di tengah jalan, ia dikejar oleh pelaku yang membawa parang panjang. Pelaku disebut sempat mengayunkan senjata tersebut ke arah Kamaluddin, namun tidak mengenai sasaran. Aksi itu sempat menjadi tontonan warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan motif pengancaman bermula dari perselisihan terkait pengelolaan objek wisata “Belanti Asri” yang kini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Empat Negeri. Wak Anda sebelumnya bekerja di lokasi tersebut dan menerima honor rutin. Namun sejak pengelolaan diambil alih oleh BumDes dan kondisi keuangan tidak stabil, ia tidak lagi menerima bayaran.
“Dulu honornya dikasih langsung oleh Pak Kades. Tapi setelah dikelola BumDes, karena keuangannya seret, honornya tak dibayar lagi,” kata seorang warga.
Warga juga menyebut bahwa perilaku Wak Anda kerap meresahkan. Sebelumnya, pada 29 April 2025, ia dilaporkan membawa senapan angin dan sering melintas di desa dengan sepeda motor berknalpot bising.
Aksi Pelaku sempat menyulut kemarahan warga. Ketika ia melintas di desa dengan sepeda motor berknalpot brong, sejumlah warga menghadangnya. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan sebilah pisau belati di pinggang sebelah kanannya.
Setelah senjata tajam tersebut ditemukan, pelaku tiba-tiba turun dari sepeda motornya dan melarikan diri. Sepeda motor dan pisau yang ditinggalkan kemudian diamankan oleh warga dan diserahkan ke pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut. Pihak Polsek Limapuluh masih melakukan pencarian terhadap pelaku.










