TMMD Ke-129 Kodim 0208/Asahan Perkuat Pembangunan Fisik dan Nonfisik di Tengah Masyarakat

BATUBARA I Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 terus berjalan dengan menyasar berbagai kebutuhan masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun kegiatan nonfisik.

TMMD ke-129 secara resmi dibuka Bupati Batubara H Baharuddin Siagian dilapangan di Kecamatan Nibung Hangus, Rabu 15/7/2026,

Kegiatan utama dengan sasaran kegiatan fisik, pembangunan utama difokuskan pada pembangunan turap sebagai salah satu sasaran utama TMMD. Selain itu, terdapat sasaran unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), yakni rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan sumur bor untuk membantu meningkatkan kualitas hunian serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Program fisik lainnya meliputi rehabilitasi mushollah dan fasilitas MCK, yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan sarana ibadah dan kebersihan lingkungan.

Sementara itu, pada sasaran kegiatan nonfisik, TMMD Ke-129 juga memberikan perhatian terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan antara lain sosialisasi masuk TNI AD, penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan Keluarga Berencana (KB), penyuluhan kamtibmas, penyuluhan narkoba, serta edukasi Posyandu, Posbindu PTM dan pencegahan stunting.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, TMMD Ke-129 tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun sumber daya manusia dan memperkuat semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

TMMD diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di daerah.

Kamis (13/8/2026). TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0208/Asahan resmi ditutup melalui upacara penutupan yang digelar di Halaman Kantor Bupati Batubara,

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah serta masyarakat. Penutupan TMMD ditandai dengan pembacaan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang disampaikan oleh Danrem 022/PT Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P.

Dalam amanatnya, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI, pemerintah daerah, masyarakat serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan program TMMD ke-129.

Kasat menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek nonfisik melalui kegiatan sosial, edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“TMMD merupakan bentuk nyata sinergi dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pesan Kasad dalam amanatnya.

Kasad juga berpesan agar hasil pembangunan yang telah dikerjakan selama pelaksanaan TMMD dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga dari tumbuhnya semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam membangun daerah.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan TMMD ke-129 Kodim 0208/Asahan diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Dengan resmi ditutupnya TMMD ke-129, Kasad mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang semakin maju dan sejahtera.

Sebelumnya Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P., bertindak sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas TMMD) melaporkan kegiatan TMMD ke-129 di Kapal Merah Kecamatan Nibung Hangus capaian seratus persen dengan sasaran

“Pembangunan turap, rumah tidak layak huni, rehab mushollah dan sumur bor”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *